Dulu.
Beberapa wktu yg lalu.
Sempat aku mencoba untuk berkelana di dalam hati seseorang.
Berkelana untuk mencari kanvas yg masih terdiam hampa.
Kosong,tanpa berpenghuni.
Lama aku mencari di kelahatan hati.
Menelisik di setiap milimeternya.
Namun,apa yg aku cari,
tak ada yg kujumpai.
tak ada 1 kanvas-pun yg terdiam hampa di sana.
kanvas itu telah terisi,.
Terisi oleh bunga berwarna.indah.
bunga yg bahkan memancarkan cahaya yg tak kuat aku memandangnya.
Cahaya yg tak pantas aku menggantikannya.
Karna cahaya itu sangat benderang di antara dinding2 kanvas miliknya.
Kuamati,dan kucoba tuk biarkan cahaya itu tetap berpendar mesra dalam kanvas hatinya.
aku yakin,cahaya itu sangat pantas untuk berada disana.
Bukan aku.
Dan belum saatnya untuk aku.
Biarlah tetap cahaya itu.
Cahaya abadi.
Hingga tiba saatnya nanti cahaya itu mempersilahkan diriku berada bersama dalam 1 kanvas miliknya.
Biarlah.
Biarlah dia tetap menjaga dan bersama cahaya itu.
Aku tak boleh mengusiknya.
Biar tetap cahaya itu.
Beberapa wktu yg lalu.
Sempat aku mencoba untuk berkelana di dalam hati seseorang.
Berkelana untuk mencari kanvas yg masih terdiam hampa.
Kosong,tanpa berpenghuni.
Lama aku mencari di kelahatan hati.
Menelisik di setiap milimeternya.
Namun,apa yg aku cari,
tak ada yg kujumpai.
tak ada 1 kanvas-pun yg terdiam hampa di sana.
kanvas itu telah terisi,.
Terisi oleh bunga berwarna.indah.
bunga yg bahkan memancarkan cahaya yg tak kuat aku memandangnya.
Cahaya yg tak pantas aku menggantikannya.
Karna cahaya itu sangat benderang di antara dinding2 kanvas miliknya.
Kuamati,dan kucoba tuk biarkan cahaya itu tetap berpendar mesra dalam kanvas hatinya.
aku yakin,cahaya itu sangat pantas untuk berada disana.
Bukan aku.
Dan belum saatnya untuk aku.
Biarlah tetap cahaya itu.
Cahaya abadi.
Hingga tiba saatnya nanti cahaya itu mempersilahkan diriku berada bersama dalam 1 kanvas miliknya.
Biarlah.
Biarlah dia tetap menjaga dan bersama cahaya itu.
Aku tak boleh mengusiknya.
Biar tetap cahaya itu.


