Kusimpulkan hati pada pertautan mimpi
Angan tentang hidup yang penuh pengharapan
Berjuta "ingin" terus menggelayuti dalam simphony manusia
Kata orang bahkan, kita pasti akan slalu merasa "ingin"
ingin menghargai, ingin dihargai
ingin mencintai, ingin dicintai
ingin mendengar, ingin didengar
ingin memperhatikan, ingin diperhatikan
ingin memiliki, ingin dimiliki
Tapi adakalanya "ingin" itu rumit
Terlalu banyak "ingin" membuatku bingung
Bingung pada apa yang seharusnya menjadi kenyataan
Seperti das sollen-das sein
Apa yang seharusnya, tak semestinya menjadi ada
Terkadang aku ragu mengatakan "ingin"
aku takut untuk berkubang dalam "ingin"
Sebab, sejatinya "ingin" selalu berdampingan dengan "wish"
Wish yang memetamorfosikannya menjadi Real
Real itulah yang biasanya tak slalu ada
tersembunyi dan penuh teka-teki
entah kapan "ingin" menjadi pasti
Tapi mungkin, TUHAN ciptakan "ingin" tetap sebagai misteri
agar kita selalu memiliki rasa "ingin"
yang menjadikan kita "ingin" mengharap padaNYA
"ingin" mengingatNYA
"ingin" menyebut asmaNYA
Abstrak
Ada banyak hal yang sulit untuk diungkapkan dengan kata
Ada banyak hal pula yang tak mudah dimaknai oleh hati
Terkadang memang sulit dipahami,
tetapi menjadi hal yang wajar,
ketika semuanya abstrak dan mengambang
Dari dunia yang tak terbatas ini,
ku dipertemukan dalam ruang waktu yang sama
Meski dalam kondisi yang berbeda,
sesuatunya tetap menjadi indah
Meski dalam penilaian lain antara nadi dan vena,
namun ku selalu menemukan alirannya
Meskipun rasanya tak searah,
ku yakin semua ada ujung akhirnya.
Ada banyak hal pula yang tak mudah dimaknai oleh hati
Terkadang memang sulit dipahami,
tetapi menjadi hal yang wajar,
ketika semuanya abstrak dan mengambang
Dari dunia yang tak terbatas ini,
ku dipertemukan dalam ruang waktu yang sama
Meski dalam kondisi yang berbeda,
sesuatunya tetap menjadi indah
Meski dalam penilaian lain antara nadi dan vena,
namun ku selalu menemukan alirannya
Meskipun rasanya tak searah,
ku yakin semua ada ujung akhirnya.
Meet Him
Ada sesuatu yang berbeda
Saat mata kami saling beradu
bertumbuk dalam satu dimensi kehidupan
Hanya angin yang dapat memahami
makna dari pertemuan kami
Semoga tak menjadi luka
yang akan membekas di setiap kenangan kali ini
Saat mata kami saling beradu
bertumbuk dalam satu dimensi kehidupan
Hanya angin yang dapat memahami
makna dari pertemuan kami
Semoga tak menjadi luka
yang akan membekas di setiap kenangan kali ini
Langganan:
Komentar (Atom)


